Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Kampung

ayamkampungasli Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Kampung

Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya harus pandai dan cermat untuk mengelolanya jika tidak ingin dikuasai oleh negara lain. Salah satu yang harus dijaga dan dikelola secara kontinyu yaitu sumber daya berupa peternakan ayam kampung. Survey membuktikan bahwa masyarakat indonesia bermata pencaharian sebagai petani dan juga sebagai petani-peternak. Hal inilah yang harus selalu dijaga agar peternak indonesia bisa memiliki ternak ayam kampung yang unggul sehingga bisa berpenghasilan yang lebih baik dan meningkat. Perbaikan pendapatan bagi peternak ayam kampung dapat tercapai dengan meningkatnya hasil ternak itu sendirim baik dari segi pola fikir maupun kemampuan menejemen dan semua aktifitas kerja dan keuangan. Peternak ayam kampung yang mempunyai orientasi untuk lebih maju dapat menciptakan iklim yang positif bagi diri sendiri, keluarga, hingga kehidupan masyarakat luas.

Salah satu jenis ternak yang mempunyai prospek cukup bagus dan stabil beberapa tahun terakhir ini adalah peternakan ayam buras atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung. Ayam kampung mempunyai konsumen tersendiri dengan citarasa yang lebih gurih dan berkarakter kuat. Di daerah jogjakarta dan sekitarnya menunjukan peningkatan jumlah peternak yang beternak ayam kampung dalam kurun waktu 2 tahun terakhir seperti yang dilaporkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (ditjennak), kita bisa mengunduh laporan lengkap nya berupa file pdf di tautan ini http://www.mediafire.com/view/50036o4mlxjx1wy/Statistik_PKH_Tahun_2013.pdf diulas secara lengkap statistik peternakan dan kesehatan hewan selama kurun waktu 2010-2013.

Peternakan ayam kampung secara umum menghasilkan dua jenis komoditi utama yaitu daging ayam kampung dan telurnya walaupun masih ada lagi hasil ekonomis lainnya seperti pemanfaatan kotoran untuk pembuatan pupuk organik dan pemanfaatan bulu dan cangkang telur sebagai bahan tambahan pakan. Mengacu pada tingkat produksi daging dan telur ayam kampung di DIY dan Jateng mengalami kenaikan yang fluktuatif seperti yang terlihat pada tabel berikut ini;

No

Tahun

Kota/Kabupaten

Propinsi DIY

Kota Yogyakarta

Bantul

Kulon Progo

Gunung Kidul

Sleman

1

2009

63.980

532.048

694.661

1.010.662

1.615.285

3.916.636

2

2010

80.502

545.267

779.137

1.046.002

1.493.905

3.944.813

3

2011

63.847

528.640

762.509

1.029.375

1.477.278

3.861.676

4

2012

86.855

540.864

789.887

1.029.056

1.614.060

4.060.722

5

2013

98.001

552.009

801.032

1.040.201

1.625.205

4.116.448

Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan, 2013

Jika kita melihat dari data tersebut menunjukkan bahwa populasi ternak ayam kampung di tahun 2013 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya, hal ini bisa memberikan kesan dan pandangan bahwa ternak ayam kampung sedang tumbuh dengan optimal dan pesat di wilayah yogyakarta dan sekitarnya. Hal ini didukung dengan sumber daya alam yang memadai dan juga peran serta stakeholder yang terkait dan bersinergi sehingga hal tersebut menjadi mungkin dan berkembang baik. Melihat topografi dan geolokasi dari data tersebut menunjukkan bahwa peternak ayam kampung lebih memilih mengembangkan usaha budidaya ternaknya di wilayah yang tergolong daerah berkembang dengan lahan yang masih luas dan masih minim lokasi pemukiman warga. Daerah seperti itu menjadi lokasi yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang ayam kampung secara optimal sehingga sesuai dengan tingkat produksi yang diharapkan. Populasi ayam buras sempat menurun pada tahun 2010 dan 2011 dikarenakan ada sedikit cuaca ekstrim dan musim yang tidak menentu, dan beberapa dilaporkan kasus penyakit ND/Tetelo sehingga mengakibatkan penurunan populasi yang cukup signifikan. Secara meneyeluruh dengan data tersebut memeberikan arti penting dan peluang yang baik untuk para peternak baru yang ingin memelihara ayam kampung di daerah jogjakarta dan sekitarnya.



style="display:inline-block;width:300px;height:250px"
data-ad-client="ca-pub-3382671967169323"
data-ad-slot="9336369295">

Peternakan ayam buras atau ayam kampung mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan, diakui atau tidak selera konsumen terhadap ayam kampung masih sangat tinggi, hal itu terlihat dari pertumbuhan populasi dan permintaan karkas ayam kampung yang meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan konsumsi daging ayam kampung meningkat menjadi 1,52 juta ton dalam rentang waktu 3 tahun terakhir menurut laporan Aman, 2011. Sehingga tidak heran jika bisnis kuliner dengan bahan baku ayam kampung kian menjamur dan meningkat pesat, terutama di tempat-tempat tujuan wisata di Indonesia. Tampaknya menjadi angin segar bagi para peternak pemula dan bagi yang ingin mencoba usaha ternak ayam kampung.

Ayam kampung di Indonesia tersebar luas diberbagai pelosok nusantara yang sudah bersifat jinak dan biasa berkeliaran diberbagai tempat  di tengah-tengah masyarakat. Menurut sumber yang kami dapatkan bahwa ayam kampung memiliki jarak genetik yang lebih dekat dengan ayam hutan merah sumatera dan ayam hutan merah jawa  dan ayam ayam hutan hijau jawa. Ayam kampung telah ada dan didomestikasi sejak lama, bahkan sebelum masehi. Umur yang sangat tua ini membuat nenek moyang ayam kampung melalui proses evolusi yang sangat panjang. Ada dua teori tentang proses domestikasi yaitu monophyleptic dan polypileptic namun dewasa ini muncul berbagai jenis ayam kampung jenis unggul dan memiliki genetik lebih baik secara produksi dan meiliki kualitas daging atau karkas setara baiknya dengan ayam kampung atau biasa disebut ayam jawa super, asal usulnya bisa cek di tautan ini asal mula ayam jawa super

Suatu usaha peternakan dan usaha jenis lain pun perlu dengan yang namanya analisis usaha kelayakan, dengan kita menganalisis kelayakan usaha tersebut maka dapat kita menentukan berhasil atau tidaknya suatau usaha yang akan dilakukan, tanpa ada analisis kita seperti beli kucing dalam karung dalam melakukan usaha tersebut dikarenakan dalam setiap usaha pasti ada yang namanya investasi, investasi merupakan suatu bentuk pembelanjaan modal dalam bentuk biaya operasional dan biaya produksi yang diharapkan mampu bisa menghasilkan keuntungan bagi sang pemilik modal. Nah, dalam usaha peternakan ayam kampung komponen investasi ada 2 macam yaitu biaya produksi dan aset produksi, biaya produksi biasa disingkat dengan SAPRONAK (Sarana produksi ternak) yang meliputi DOC ayam kampung(anak ayam umur 1 hari), Pakan, Tempat pakan dan minum, obat-obatan, vitamin, vaksin, dan lain-lain. Sedangkan untuk aset produksi yaitu biaya pembuatan kandang beserta nilai penyusutannya dalam setiap kali produksi. Sehingga setiap usaha ternak ayam kampung harus bisa untuk menghitung dan mempelajari aspek analisis kelayakan usahanya, jika tidak mau investasi nya terbuang sia-sia karena menejemen yang kurang baik.

Kali ini kami akan memaparkan analisis finansial peternakan ayam kampung yang mana secara finansial menguntungkan di sisi peternak, serta beberapa komponen dan aspek-aspek analisis yang mudah dipahami oleh semua pembaca meski bukan dari bidang ekonomi. Secara teori ekonomi, analisis finansial mempunyai arti bahwa usaha ini layakkah untuk dilakukan serta mampu mendatangkan manfaat bagi pelaku usahanya atau dengan kata lain analisis ini membandingkan antara biaya dan manfaat yang diperoleh dari suatu bisnis akan menguntungkan selama umur bisnis tersebut. Sebagai gambaran kecil perhitungan rugi laba ternak ayam kampung bisa mengunjungi tautan ini ternak ayam kampung super disitu dijelaskan biaya komponen produksi dan hasil produksi serta keuntungan yang diperoleh, dari data tersebut didapatkan bahwa R/C Rasio nya adalah 1,28 memiliki arti bahwa secara finansial usaha ternak ayam lampung layak untuk diusahakan. Hal itu didasarkan menurut teori ekonomi bahwa kriteria keputusan analisisnya yaitu:
R / C > 1, usahaternak untung
R / C < 1, usahaternak rugi
R / C = 1, usahaternak impas (tidak untung/tidak rugi). Secara garis besar usaha ini layak untuk dilakukan dan dikembangkan. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa semakin besar R/C ratio maka akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh peternak. Hal ini dapat dicapai apabila  peternak mengalokasikan faktor produksi dengan lebih efisien. Analisis lain yang biasa digunakan yaitu payback period atau lamanya pengembalian modal usaha investasi, dalam ilmu ekonomi payback period dirumuskan dari investasi/belanja modal yang dikeluarkan dibandingkan dengan hasil investasi yang diterima dalam setahun. Jika dilihat dari artikel tautan tadi yang membahas rugi laba maka komponen investasi yang belum dimasukkan adalah biaya pembuatan kandang, biaya pembuatan kandang untuk kapasitas 500ekor yaitu berkisar antara 7,5jt – 9jt tergantung bahan baku yang digunakan, jika menggunakan genteng dan cakar ayam maka kita ambil nilai tengah 8jt rupiah sehingga kita bisa menghitung payback period nya, Investasi awal senilai 8.000.000 + 8.950.000 = 16.950.000 Penerimaan rata-rata selama 1 tahun yaitu 2.594.000 x 7 = 18.158.000. Jika rumus PP (payback period) adalah :

                                     Nilai Investasi

Payback Period = _______________

                      Penerimaan dalam 1 tahun

Maka

                                  16.950.000

Payback Period = _______________

                                 18.158.000

Hasilnya yaitu: 0,93 Tahun. Jadi Payback period dengan memelihara 500ekor ayam kampung yaitu 0,93 tahun atau berarti juga 11 bulan 16 hari modal tersebut bisa kembali, hal ini berlaku berbeda jika pemeliharaan diatas 500 ekor bisa jadi lebih cepat. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kembali modal investasi usaha ternak ayam kampung tidak lebih dari 1 tahun, menurut teori semakin kecil nilai payback period semakin baik prospek usaha tersebut artinya semakin cepat investasi modal kita kembali dan memperbesar skala usaha kita. Semoga artikel ini bisa menjawab kebutuhan bagi para peternak ayam kampung yang ingin menganalisis keuangan ternaknya masing-masing, meski hanya sederhana namun kita tetap harus tau apakah usaha ternak kita masih profitabel/ menguntungkan atau tidak. Sekian dan terimakasih salam untuk peternak seluruh indonesia…kukuruyuk jangan lupa kunjungi perkumpulan peternak ayam kampung di tautan ini perkumpulan peternak ayam kampung

Posted in: Berita

About the Author:

Penyedia DOC Ayam Kampung | Unggulan dan Terbaik | Karkas Ayam Kampung| cara ternak | tips dan trik | Ternak Ayam Kampung

Post a Comment


+ five = 12