Kajian Lingkungan Bisnis Ternak Ayam Kampung

doc ayam kampung

Kajian Lingkungan Bisnis Ternak Ayam Kampung

       Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam melimpah khususnya dalam lingkup pertanian serta seluruh bagiannya. Salah satu bentuk sumber daya alam yang patut untuk dikembangkan yaitu bidang peternakan. Bidang peternakan memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber pangan, energi, dan sumber pendukung lainnya, sehingga berdampak pada kemajuan kehidupan perekonomian dan pembangunan sumberdaya manusia Indonesia.

         Salah satu sumberdaya pada bidang peternakan yang harus dijaga dan dikelola secara kontinyu yaitu sumberdaya berupa peternakan ayam. The Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat bahwa Indonesia merupakan Negara peringkat ke-3 di dunia untuk populasi ayamnya, yakni sejumlah 1.200.000.000 ekor. Hampir semua penduduk Indonesia merupakan konsumen tetap ayam maupun produknya. Oleh karena itu keadaan tesebut dijadikan peluang bagi para peternak untuk membudidayakan ayam. Salah satu jenis ayam yang diminati masyarakat Indonesia adalah ayam kampung. Ayam kampung merupakan ayam lokal di Indonesia yang kehidupannya sudah lekat dengan masyarakat, ayam kampung juga dikenal dengan sebutan ayama buras (bukan ras). Penampilan ayam kampung sangat beragam, begitu pula sifat genetiknya, penyebarannya sangat luas karena populasi ayam buras dijumpai di kota maupun desa. Potensinya patut dikembangkan untuk meningkatkan gizi masyarakat dan menaikkan pendapatan keluarga.

             Ayam kampung memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan ayam ras, diantaranya ayam kampung memiliki daging yang gurih dan kenyal sehingga menjadikan sensasi unik bagi para konsumen, daging ayam kampung memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras, pemelihaaan ayam kampung relatif mudah karena ayam kampung lebih adaptif, ayam kampung memiliki daya tahan tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan ayam ras. Kepercayaan konsumen akan keistimewaan produk ayam kampung menjadikan usaha ini tidak pernah mati. Hal ini berkaitan dengan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan makanan bergizi. Adapun perbedaan kandungan gizi dari ayam ras dan ayam buras tersaji dalam tabel di bawah ini.

Tabel 1 kandungan gizi karkas ayam/100 g bahan

Jenis ayam Energy (kkal) Protein (g) Lemak (g)
Ayam kampung 246 37,9 9
Ayam ras 295 37 14,7

Sumber : Departemen Kesehatan,1972

 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat ayam kampung memiliki kandungan lemak lebih rendah di bandingkan dengan ayam ras yaitu sebesar 9 g. protein yang terkandung dalam ayam kampung lebih besar dibandingkan ayam ras yaitu sebesar 37,9 g. meskipun energy yang terkandung dalam ayam kampung hanya 246 kkal.

Salah satu daerah penghasil ayam kampung terbesar di Indonesia adalah DI Yogyakarta. Hal tersebut dapat dilihat dari presentase mutasi ayam buras terhadap stok awal menurut provinsi memiliki penjualan paling banyak dibandingkan dengan provinsi yang lainnya.

Tabel 2 presentase mutasi ayam buras terhadap stok awal menurut provinsi

No Provinsi Penjualan
1 NAD 83,90
2 Sumatera Utara 31,70
3 Sumatera Barat 36,90
4 Riau 10,90
5 Jambi 17,70
6 Sumatera Selatan 28,57
7 Bengkulu 20,10
8 Lampung 27,20
9 Bangka Belitung 43,64
10 Kepulauan Riau 27,40
11 DKI Jakarta 33,43
12 Jawa Barat 36,80
13 Jawa Tengah 89,07
14 DI Yogyakarta 148,47
15 Jawa Timur 28,10
16 Banten 36,80
17 Bali 127,69
18 Nusa Tenggara Barat 98,49
19 Nusa Tenggara Timur 17,40
20 Kalimantan Barat 23,61
21 Kalimantan Tengah 37,76
22 Kalimantan Selatan 54,60
23 Kalimantan Timur 83,69
24 Sulawesi Utara 40,80
25 Sulawesi Tengah 18,20
26 Sulawesi Selatan 95,85
27 Sulawesi Tenggara 59,99
28 Gorontalo 41,34
29 Sulawesi Barat 72,42
30 Maluku 46,85
31 Maluku Utara 23,90
32 Papua Barat 22,20
33 Papua 11,50

Sumber : Badan Pusat statistik, 2014

         Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa DI Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki tingkat penjualan ayam kampung paling tinggi dari beberapa provinsi yang ada di Indonesia yaitu sebesar 148,7. Hal ini merupakan suatu peluang besar untuk terus meningkatkan produksi ayam kampung dan menyebar pemasaran ayam kampung.

        Meskipun terus mengalami perkembangan, agribisnis ayam kampung di Indonesia bukan tanpa tantangan. Terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan oleh semua pihak yang terlibat diantaranya ketersediaan dan kualitas bibit atau DOC belum layak, tingkat kepemilikan ternak masih kecil, dibawah nilai ekenomis (<200 ekor), serta kurangnya modal usaha dan keterbatasan akses ke lembaga keuangan, usaha Breeding Farm komersial ayam kampung belum berkembang, system manajemen pemeliharaan belum berorientasi bisnis, pengetahuan ternak masih kurang, dan aplikasi teknologi penunjang usaha ayam kampung belum optimal, pemanfaatan sumberdaya pakan lokal belum optimal, serbuan penyakit endemic belum ditangani dengan baik secara rutin dan berkesinambungan, program vaksinasi ayam kampung belum membudaya di kalangan peternak.

         Berdasarkan tantangan diatas, usaha peternakan ayam kampung harus mempunyai nmanajemen yang baik dan strategi tertentu untuk dapat bertahan dan berkembang. Strategi merupakan sekumpulan keputusan dan tindakan yang mencapai sasaran yang penting guna menghadapi hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh suatu usaha. Perumusan strategi adalah sutau tahan dalam mencapai menejemen strategi, melalui perumusan strategi diharapkan perusahaan dapat mencapai sasaran di masa yang akan dating. Penulisan strategi membutuhkan pembelajaran terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan, serta mengimplementasikan strategi yang akan digunakan.

Posted in: Berita

About the Author:

Penyedia DOC Ayam Kampung | Unggulan dan Terbaik | Karkas Ayam Kampung| cara ternak | tips dan trik | Ternak Ayam Kampung

Post a Comment


− one = 4